MENGUCAP AMIN DALAM KHUTBAH, BOLEHKAH ?
Sebagaimana juga terjadi pada pembahasan masalah-masalah fiqhiyyah yang lain, yaitu terjadinya pebedaan pendapat di antara para ulama fiqih yang mana hal itu adalah merupakan suatu kelaziman. Demikian juga dalam masalah “Hukum Mengamini Do’a Khatib Saat Khutbah Jum’at”.
Klik di sini untuk mendownload.
ANTARA QUNUT SHUBUH DAN QUNUT NAZILAH
Di antara permasalahan yang agak ‘tenar’ di sebagian ormas islam di Indonesia adalah doa qunut subuh dan qunut nazilah. Entah kenapa hanya dalam perbedaan yang bersifat ijtihady (kalau tidak keliru) ini hampir selalu memecahkan barisan kaum muslimin. Sejatinya meskipun berbeda, ada etika-etika yang harus dijaga.
Artikel ini sebenarnya merupakan pertanyaan kepada A. Musthofa Bishri yang disertakan pula tentang hukum sholat tahajud dengan berjamaah, hukum membaca surat setelah al-Fatihah dalam sholat rawatib, dan teks doa qunut. Silakan download di sini.
SEPUTAR MAKANAN DALAM KITAB AL-MAHALLY BIL ATSAR
Kitab al-Mahally wal Atsar merupakan kitab karangan Ali bin Ahmad bin Said bin Hazm yang beliau merupakan salah seorang alim yang bermadzhab dzahiri. Beliau menyinggung kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil dari ayat dan hadits tentang makanan.
Makalah ini menggunakan bahasa arab. Download di sini bagi yang berkenan.
ISLAM DAN ADOPSI ANAK
Pengangkatan anak itu dibenarkan dalam islam, jika pengangkatan anak itu tetap dinisbatkan kepada ayah aslinya. Sedangkan yang dilarang adalah jika anak itu diputuskan hubungannya dengan ayahnya dan kemudian dinisbatkan kepada ayah lain.
Selengkapnya, makalah yang yang disertakan juga kandungan dari ayat yang dibahas seperti apakah para nabi pernah bermaksiat, hukum dzihar, dan hukum mengadopsi anak bisa anda baca di sini.
AKUNTANSI
Islam adalah agama yang syumul (universal). Tidak hanya berbicara tentang seputar ibadah saja, seluruh aspek kehidupan manusia sudah ada tuntunan dari syariat. Dan tidaklah syariat mengatur segala hal kecuali di dalamnya ada maslahat bagi manusia. Berikut cuplikan artikel tentang Islam memandang akuntansi :
…Kemunculan bank-bank dan lembaga keuangan Islam sebagai organisasi yang relatif baru menimbulkan tantangan besar. Para pakar syariah Islam dan akuntansi harus mencari dasar bagi penerapan dan pengembangan standar akuntansi yang berbeda dengan standar akuntansi bank dan lembaga keuangan konvensional seperti telah dikenal selama ini.
Standar akuntansi tersebut menjadi kunci sukses bank Islam dalam melayani masyarakat di sekitarnya sehingga, seperti lazimnya, harus dapat menyajikan informasi yang cukup, dapat dipercaya, dan relevan bagi para penggunanya, namun tetap dalam konteks syariah Islam…
Klik di sini untuk mengunduhnya.
AL-IMAM AL-ARBAAH
Dr. Ahmad Syarbasyi menulis tarjamah atau biografi singkat mengenai imam yang empat; Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan terakhir Imam Ahmad rahimahumullah. Di makalah yang beliau tulis ini, dijelaskan secara global di mana masing-masing para imam dilahirkan, dibesarkan, siapa guru-guru mereka, siapa murid-murid mereka, apa karya-karya mereka, kata-kata mutiara mereka, dan sepenggal kisah yang melegenda dari mereka. Silakan donwload makalah beliau di sini.
AHLUL FATRAH
Kita tahu, bahwa siapa saja yang tidak mengikuti syariat Rasulullah, maka bisa dipastikan orang tersebut tidak akan beruntung selama-lamanya. Meskipun dia ditakdirkan dengan terbukanya dunia dalam kehidupannya. Namun kenikmatan yang mereka kecap tidak akan pernah sebanding dengan siksaan yang akan mereka dapat di akhirat. Dan itu kekal. Maka tidak akan pernah ada artinya seluruh kesenangan mereka di dunia ini.
Pertanyaannya, bagaimana dengan orang-orang yang hidup sebelum diutusnya Rasulullah dengan syariat Islamnya ? Apakah tetap dihukumi sebagaimana orang kafir terhadap ajaran beliau setelah beliau diutus menjadi rasul ?
Orang-orang yang hidup di masa kosong antara dua nabi diistilahkan dengan ‘Ahlul Fatrah’. Yang jelas, apabila orang-orang yang hidup di masa tersebut masih mendapatkan dakwah nabi sebelumnya maka dia harus mengikutinya. Namun, apabila dakwah nabi sebelumnya tidak tersampaikan kepada mereka, maka mereka diampuni karena kebodohan mereka (terhadap syariat). Meskipun rentang waktu antara dua nabi di waktu itu tidak terlalu lama.
Maka pelajaran yang bisa diambil bahwa kebodohan yang diampuni oleh syar’i dari kaum Ahlu Fatrah itu adalah tidak tersampainya ajaran (risalah) kepada mereka. Bukan lantaran panjang atau pendeknya rentang waktu di antara kedua Nabi.
Lalu bagaimana dengan orang-orang yang hidup sebelum kenabian atau diangkatnya Nabi SAW?
Kemudian apakah mereka juga termasuk Ahlu Fatrah yang diampuni kebodohannya lantaran tidak tersampainya kepada mereka dakwah para Nabi ? Atau kelompok Ahlu Fatrah yang memang tidak diampuni kebodohannya lantaran telah tersampainya dakwah para Rasul kepadanya?
Apakah setelah kenabian Muhammad SAW ada Ahlul Fatroh? Dan apakah kebodohan mereka diampuni ?
Temukan jawaban tersebut dengan mengunduh makalah sederhana ini.
MENGENAL AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH YANG BENAR
Siapakah ahlus sunnah wal jamaah itu ?
Mengapa harus ahlus sunnah wal jamaah ?
Bagi orang yang ingin kembali ke jalan yang benar, terkadang problematika yang dihadapi di antaranya adalah menganggap kepada siapa dia belajar, atau di mana dia belajar itu sebagai ahlus sunnah wal jamaah. Padahal sejatinya merupakan sekte yang getol menghancurkan Islam dari dalam. Kelak dia akan menjadi agen penerusnya. Apalagi bagi orang yang sama sekali belum tahu apa dan siapa ahlus sunnah wal jamaah itu. Bisa jadi dia akan menjadi korban yang mungkin sangat sulit untuk diluruskan.
Oleh karena itu, mengetahui seluk-beluk ahlus sunnah wal jamaah merupakan satu kewajiban yang tidak ada kompromi. Karena kejahilan merupakan salah satu sebab manusia bisa menyimpang dari jalan yang benar.
Dalam makalah ini akan dibahas definisi ahlus sunnah wal jamaah, nama-nama lain ahlus sunnah wal jamaah, aqidah ahlus sunnah, ciri khas ahlus sunnah wal jamaah, dan terakhir tokoh-tokoh ahlus sunnah wal jamaah. Anda bisa mendownload makalah ini dengan mengklik di sini.