ABORSI DALAM PANDANGAN ISLAM

Pada Akhir abad ke 18 M, berkembanglah di Eropa sebuah pemikiran yang dipelopori oleh pendeta bernama Malicus, ia menulis sebuah makalah berjudul “Populasi Penduduk dan Dampaknya dalam Masa Depan Bangsa” TH 1213 H/1798M. Ia berpendapat bahwa pertambahan populasi penduduk yang begitu pesat dari 2,4,8,16,36. Sedangkan data devisa negara hanya dapat mencukupi antara 3,4,5,6,7,8. Oleh karenanya negara terancam kelaparan bila hal ini terus dilestarikan. Maka ia mengajak kepada pembatasan keturunan dengan jalan memakai gaya hidup rahib ( tidak menikah ), atau mengakhirkan proses perkawinan sampai populasi penduduk tidak bertambah pesat .

Dalam sejarah perundang-undangan kuno mereka semua mengharamkan aborsi kecuali bangsa Yunani. Undang-undang Persi kuno contohnya, sampai abad ke 18 M mereka menjadikan hukuman bagi orang yang melakukan aborsi dengan mengasingkannya, tidak ada perbedaan baik ia melakukanya sebelum peniupan ruh ataukah setelahnya, kemudian tahun 1791 M, undang-undang ini direfisi dan ditetapkanlah hukuman untuk orang yang melakukannya dengan pidana kurungan selama 20 TH. Kemudian dipebolehkan bagi seorang wanita untuk melakukan pada bayinya, baru setelah itu diperboloehkan secara mutlak bila dilakukan pada sepuluh minggu pertama (masa kehamilan). Dan Negara yang pertama kali membolehkan aborsi adalah Uni Soviet.

Bagaimanakah Islam memandang persoalan ini ?

Salah satu perkara yang diperbincangkan di sini adalah hukum membunuh janinnya. Ada dua kesimpulan dari perbincangan para ulama mengenai masalah ini :

Pertama, haram menggugurkan janin setelah berumur 4 bulan. Namun tidak diwajibkan qishash bagi asal (ibu) bila membunuh cabang (janin), walapun disengaja dan direncanakan. Di antara alasan yang mereka kemukakan untuk menetapkan hukum itu adalah karena asal telah dijadikan Allah sebagai sebab terwujudnya cabang, maka tidak layak jika cabang menjadi sebab kematian cabangnya.

Kedua, apabila janin digugurkan sebelum berumur 4 bulan, maka para ulama berselisih pendapat tentang hal ini. Di makalah ini, dikemukakan pendapat al-imam al-arba’ah.

Selain itu dibahas pula hukum yang berkaitan dengan janin yang sudah menjadi mayit. Apakah dimandikan atau tidak ?

Ingin mengetahui lebih lanjut ? Anda bisa mendownload makalah sederhana ini di sini.



Tags: , , , ,

About zuhudfm

Wong aneh.

Tulis kritik dan saran

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: